Minggu, 01 Maret 2015

Salahkah Sabung Ayam Aduan?

Sebelum ini ada obrolan lain antara Ocick dan Putra, anda bisa baca lagi tulisan Ayam Bagus Tak Selalu Menangan. Kesempatan ini karena putra sedang sakit maka pacarnya, yaitu Putri yang datang ke rumah Ocick karena sebelumnya sudah berjanji mau abaran bareng.

Putri : Hei Cick, anu..si Putra tidak bisa datang ,jadi saya yang disuruh datang. katanya mau abaran ayam dengan kamu. nii, udah tak bawa ayamnya.

Ocick : Oh, gitu. Ya sudah kalau begitu. Emang ke mana dia Putri (pacarnya putra) ?

Putri : Emmm, aku tadi kerumahnya, dia lagi sakit demam.

Ocick : Dia bisa sakit juga ternyata. Oh ini ayamnya? Bagus juga ayamnya, menang berapa kali? Cewek kok mau disuruh bawa ayam jago? hehe...

Putri : Gak tau menang berapa kali, kalau kalah mungkin malah pernah Cick. Ya gak papa, emang masalah buat loo Cick?

Ocick : Ya nggak masalah sih. Oke lah, mau masuk dulu atau langsung abar ayam Put?

Putri : Langsung aja lah, gak enak dirumah berduaan. Takut Putra marah-marah.

Ocick : Oke lah, saya juga menghargai kamu dan Putra juga sih. Tak ambilin ayamku dulu yaa?

Putri : Tapi sebelumnya, aku punya pertanyaan Cick, sabung ayam itu salah gak sih?

Ocick : Wahh..pertanyaanmu kayak e butuh jawaban yang panjang Put. Mungkin bisa setengah jam jelasinnya.

Putri : Gak papa Cick, aku juga lama disini, santai saja.

Ocick : Oke, gini. Pemahaman mayoritas masyarakat Indonesia memang pada umumnya menganggap sabung ayam aduan itu adalah hal negatif. Karena pemahaman mayoritas masyarakat awam di Indonesia tersebut masih kurang matang, belum sampai pemahaman murni ayam aduan. Mereka hanya tahu sabung ayam aduan untuk judi ataupun menyiksa binatang.

Putri : Tapi Cick, jika sabung ayam aduan tanpa judi masihkah disalahkan?

Ocick : Oke, kita coba memahami  beberapa pendapat yang menggeluti hobi ayam aduan/laga. Yang pertama adalah Mas Ary, senior yg juga ketua PAPAJI (Paguyuban Penggemar Ayam Jago Indonesia) berpendapat bahwa “Menurut saya tergantung niatnya. Bagaimana kalau kita niatnya murni hobi tanpa berniat menyakiti karena ayam aduan itu yang dinikmati adalah seni bertarungnya. Banyak hal positif yang bisa diambil dari seni ayam aduan. Salahkah ini ? Bukankah ayam aduan juga ciptaan Tuhan ?” 

Sedangkan Pak Hendro Humas PAPAJI berpendapat bahwa “Saya akan merasa bersalah jika ayam petelor diaduin, merasa bersalah jika ayam pedaging diaduin tapi juga akan merasa bersalah jika ayam aduan dijadikan ayam petelor atau pedaging” 

Kamu pasti  tahu bahwa di Indonesia ada beberapa jenis populasi ayam yg sengaja dikembangbiakkan dan diambil manfaatnya oleh peternak, diantaranya ayam petelur, ayam potong / pedaging, ayam pelung, ayam ketawa, ayam aduan dll. 

Setiap jenis ayam tersebut memiliki kelebihan dan bakat tersendiri yg tidak dimiliki oleh jenis ayam lainnya. Contohnya ayam petelur bakatnya hanya bertelur, ayam potong / pedaging memiliki bakat tumbuh lebih cepat, selanjutnya dipotong dan diambil dagingnya untuk dijual atau dikonsumsi, ayam pelung digemari karena suara kokoknya yang nyaring dan merdu, ayam ketawa jg diminati karena keunikan suara kokoknya yg mirip suara orang tertawa, dan ayam aduan, yg oleh penghobi dinikmati adalah keindahan seni tarungnya yg unik.

Tanpa diadupun dua pejantan ayam aduan liar, bila bertemu akan bertarung hingga titik darah penghabisan (hingga mati). Nah, pertarungan liar tersebut seharusnya bisa diminimalisir oleh manusia khususnya penghobi ayam aduan/laga dengan merawatnya sehingga bakat alami yg dimiliki ayam aduan dapat dioptimalkan dan diarahkan dengan benar tanpa ada unsur penyiksaan terhadap ayam aduan. 

Sedikit pendapat dari saya sendiri: Ingat, niat penghobi ayam laga sejati yaitu menikmati seni bertarung ayam aduan, bukan untuk menyiksa apa lagi untuk judi. Pasti tahu sendiri bagi para penghobi ayam laga untuk perawatan: kalo sakit diobati, lapar dikasih makan, kehujanan dibuatkan kandang yang nyaman, kotor dimandiin, kandang kotor dibersihin, mau kawin dikasih indukan, lagi lemas dikasih jamu, anak-anaknya dirawat dengan baik, diberi penghargaan, di elus-elus atau disayang-sayang, teman nongkrong atau bermain, dll. Bayangkan saja jika jenis ayam aduan ini di liarkan begitu saja, Apakah ayam aduan tersebut bisa mendapatkan yang lebih baik dari ini. Menurutku tidak, pejantan akan bertarung demi kejantanannya ataupun memperebutkan betina, sedangkan betina dan anak ayam akan bertarung untuk memperebutkan makanan atau tempat tinggal. Seperti itulah yang mungkin akan terjadi pada jenis ayam aduan jika di liarkan atau tidak adanya penghobi ayam laga. Jadi, sudah taukan tugas dari seorang hobi ayam laga ini?

Tambahan lagi Put : Gini, sebenarnya ayam aduan itu apa sih, bukankah sama dengan binatang lainnya yaitu punya kodratnya sendiri-sendiri. Kenapa bisa dikatain jenis ayam aduan, ayam petelur, ayam ketawa, ayam pelung, dll? Nama jenis ini kan yang memberi nama manusia itu sendiri, dan tentu saja pemberian jenis tersebut sudah berdasarkan kodrat ayam tersebut. Karena setiap jenis ayam mempunyai karakteristik yang berbeda. Nah, kalau jenis ayam aduan ini bukan untuk di adu lalu buat apa? Kurang afdol jika dijadiin sebagai ayam pedaging ataupun petelur, disuruh ketawa juga tidak bisa kan?

Pemahaman negatif masyarakat Indonesia terhadap hobi ayam aduan terlanjur melekat dan susah hilang. Karena hobi ini identik dengan perjudian dan tak jarang pula menimbulkan keributan antar pemain ayam yg meresahkan warga di sekitar arena sabung ayam.

Dengan adanya beberapa komunitas Ayam Laga yang mengedepankan hobi dan kecintaan terhadap binatang, bukan menyiksa, apalagi disertai dengan berjudi,diharapkan mampu mengenalkan kembali kepada masyarakat bahwa hobi ini bisa menarik, bergengsi dan edukatif tanpa ada unsur perjudian yg berpotensi terjadinya kericuhan dan keributan. Hobi ini merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia yg patut dilestarikan seperti budaya pada umumnya.

Putri : Waahh, banyak pengetahuan juga kamu Cick tentang ayam aduan. Iya ya, sabung ayam merupakan budaya peninggalan nenek moyang kita, seperti halnya budaya batik, jaipong, wayang, dll.

Ocick : Betul sekali Put, maka dari itu budaya ini juga harus tetap dilestarikan.

Putri : Saya setuju, asalkan tidak pakai judi. Karena menurutku judi itulah yang merusak identitas hobi ayam laga.

Ocick : Gimana, udah jelas belum? Kalu sudah, mari di abar ayamnya Put.

Putri : Untuk saat ini sudah jelas. Ayo kita mulai, aku juga sudah ngntuk ndengerin kamu ngoceh dari tadi.


Salam penghobi ayam laga tanpa judi.

Referensi: Tulisan dari Dian Al Akbar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar