Tampilkan postingan dengan label Tips Ternak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Ternak. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Agustus 2015

Tips Mengawinkan Induk Ayam Aduan

Teknik mengawinkan sendiri biasa di lakukan untuk mampu menghasilkan anakan ayam aduan yang berkualitas super. Pada umumnya satu penjantan ayam bangkok mampu untuk mengawini induk betina hingga 4-5 ekor.

Pada waktu kita akan mencari indukan ayam bangkok, alangkah baiknya di pilih indukan ayam yang memiliki kualitas unggul, atau bisa mendatangi tempat beternak ayam dan mencari indukan yang berkualitas serta juara dalam gelanggang.

Walaupun harga yang di patok lebih mahal, yang penting akan memberikan kepuasan tersendiri bagi kita jika kita bandingkan membeli indukan yang relatif sangat murah, akan tetapi bibit anakan yang di hasilkan tidak berkualitas dan tidak jelas. 

Sebenarnya para peternak ayam aduan sudah memahami tentang teknik mengawinkan indukan ayam aduan, artikel ini di kususkan kepada orang yang baru terjun di dunia ternak ayam aduan. Supaya lebih mudah mengerti serta memahami teknik dan cara mengawinkan ayam bangkok dengan benar.

Baca juga artikel tentang:
Mencetak Ayam Petarung Unggul
Beternak Ayam Aduan Dengan Cepat
Untuk Pemula : Peluang dan Resiko Beternak Ayam Aduan
Tips Perawatan Anak Ayam Aduan Setelah Menetas

Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menjodohkan dan mengawinkan induk ayam bangkok, yang pertama anda bisa menempatkan 3 atau 4 induk ayam aduan betina di sebuah kandang umbaran dan satu induk pejantan ayam aduan dalam satu kandang umbaran yang sama. Untuk ukuranya silahkan di sesuaikan sendiri, usahakan tempat tidak terlalu sempit, agar ayam bisa leluasa melakukan pergerakan dan bermain. Dengan demikian ayam tersebut akan kawin secara sendirinya.

Cara yang kedua dengan cara melakukan dog-dogan, yaitu dengan cara anda pegang induk betina dengan posisi ekor yang menghadap ke arah depan, selanjutnya sodorkan ke arah induk ayam jantan tersebut. Pada umumnya induk pejantan yang bagus akan langsung mengawini induk betina dengan cara menaiki badanya. Sebaiknya cara ini di lakukan setiap hari, agar semua telur induk betina bisa terbuahi secara sempurna.

Dengan melakukan kedua cara di atas, biasanya tak lama kemudian sang induk betina akan segera bertelur, asalkan induk jantan membuahinya dengan sempurna. Akan tetapi, cara yang paling baik dalam mengawinkan induk ayam bangkok dengan cara alami, biarkan ayam bangkok kawin sendiri, tanpa adanya paksaan dari sang juraganya.

Dengan cara ini, indukan tersebut akan lebih menghasilan telur serta anakan yang lebih sempurna, tingkat keberhasilanyapun bisa mencapai 90%. Namun semua sesuai kesukaan dan minat masing-masing. Sebagai penulis hanya menyarankan yang terbaik untuk anda kususnya yang baru terjun di dunia ayam aduan…semoga bermanfaat.

Selasa, 07 April 2015

Mencetak Ayam Petarung Unggul

Menghasilkan ayam aduan unggulan bisa dilakukan sejak dini. Bahkan, ketika ayam tersebut masih berbentuk telur, bisa kita tentukan mana yang bagus dan mana yang tidak. Meskipun nantinya anakan yang dihasilkan tidak seratus persen berkualitas, tapi setidaknya cara ini bisa meminimalisir adanya ayam aduan yang kurang berkualitas.
Untuk menghasilkan ayam aduan yang berkualitas, pemilihan indukan juga menjadi penentu kualitas anakan yang dihasilkan. Indukan yang dikawinkan harus mempunyai silsilah keturunan yang bagus, sehingga nantinya bisa mengahsilkan telur-telur bagus dan kualitas anakan yang mumpuni. Sebenarnya ada banyak faktor yang mempengaruhi kualitas ayam aduan untuk menjadi Hi-quality. Salah satunya adalah seleksi telur dan tekhnik perawatannya. Tidak hanya harus benar, namun juga ketelitian sangat menentukan hasil kerja kita.

Membuat Sarang Eram
Peran sarang ini menjadi sangat penting manakala indukan yang kita gunakan termasuk ayam yang cukup sulit mengerami telur. Menghadapi karakter ayam demikian kita harus benar-benar memperhatikan sarang eramnya. Biasanya sarang eram akan menjadi tempat ayam menyimpan telur sebelum masuk tahap pengeraman.
Normalnya, sarang eram yang baik tidak terkena sinar matahari langsung, Biasanya sarang ini dibuat pada daerah bayangan, karena jika terkena sinar matahari langsung biasanya ayam tidak mau bertelur pada tempat tersebut, kalaupun bertelur tapi jumlahnya sangat sedikit. Perlu juga diatur sirkukulasi udaranya agar indukan tersebut nantinya betah untuk mngerami telurnya.
Perlengkapan untuk membuat sangkar eram adalah box yang terbuat dari kayu atau bambu. Pada bagian tengah box diberi piring atau baskom baru kemudian ditutup dengan jerami, hal ini bertujuan untuk memberi bentuk cekungan pada sarang eram sehingga telur tidak mudah berpindah tempat. Sarang eram sebaiknya diberi dinding yang berlubang untuk memberikan perlindungan dari pengaruh lingkungan sekitarnya.
Perlindungan indukan dari kutu ayam bisa dilakukan dengan mengambil daun tembakau dicampur dengan jerami sebanyak satu genggam dan diletakan disekeliling sarang eram. Efek bau yang ditimbulkan oleh tembakau akan mengusir kutu dari indukan tapi tidak mempengaruhi induk yang sedang mengerami.

Persiapan Pengeraman
Untuk mendapatkan ayam aduan yang unggul kita harus mempersiapkan proses pengeraman dengan baik agar anakan yang dihasilkan bisa sehat dan bagus. Tahapan persiapan bisa dilakukan dengan melakukan metode berikut ini:
1. Telur yang akan ditetaskan harus diseleksi terlebih dahulu, jangan pilih telur yang ukurannya terlalu besar atau terlalu kecil, pilih ukuran telur yang sama besar satu dengan yang lainnya.
2. Kulit telur harus bersih, tidak kotor atau tidak pecah. Hal ini akan mempengaruhi indukannya, karena indukan akan cenderung mematuk telur yang kotor atau pecah.
3. Sebelum ditetaskan, sebaiknya telur tidak disimpan lebih dari 14 hari, apalagi pada musim panas. Sebaiknya diperiksa apakah suhu yang dihasilkan indukan untuk penetasan bisa mencapai suhu 50-60 derajat fahrenheit dan tidak boleh lebih dari 65o F atau sekitar 38.3o C. Kelembaban dalam ruangan sebaiknya diatur hingga mencapai 80% – 90% untuk memberikan kesejukan pada indukan, atau taruh sarang eram berdekatan dengan air.
4. Sebelum mengerami, indukan betina sebaiknya dijaga kesehatan dan staminanya agar pada saat mengerami kondisinya tidak droop dan ayam tidak mudah lelah selama proses pengeraman.

Pada saat musim kemarau, ayam betina tidak akan menetaskan telur dengan baik, tingginya suhu akan membuat ayam betina mudah lelah. Untuk mengatasinya, kita harus menyemprotkan air kepada induk tersebut pada pagi dan sore hari agar ayam tidak mudah lelah dan tidak mudah turun dari sarang eraman.
Bila ayam betina tidak mau mengerami telur atau ragu-ragu untuk mengerami telur, cobalah ganti dengan telur dari betina yang lainnya atau mengakalinya dengan telur palsu agar dierami. Upaya ini untuk mencegah telur-telur yang telah terpilih dipatuk indukan. Jika selama 1-2 hari indukan tersebut mau mengerami telur tersebut maka segera ganti telur palsu dengan telur yang sesunguhnya.

Telur 1-2 dari indukan sebaiknya tidak ditetaskan karena biasanya telur tersebut tidak berkualitas. Satu induk ayam bisa mengerami antara 10-12 butir telur atau tergantung kemampuan ayam menutupi seluruh telur dengan badan dan bulu-bulunya. Jika induk memproduksi telur melebihi kapasitas eramnya, segera pindahkan telur tersebut untuk dierami oleh indukan lainnya. Induk akan mengerami telurnya sepanjang malam dan mencari makan pada pagi hari. Ketika siang hari, ayam akan mengerami telur selama kurang lebih 2 jam, kemudian turun untuk mencari makan. Setelah cukup makan dia akan kembali mengerami telurnya kembali, setelah kurang lebih 2 jam, indukan tersebut akan mencari makan lagi, demikian seterusnya hingga sepanjang hari.

Pada saat proses pengeraman, sebaiknya siapkan makanan dan minuman didekat tempat pengeraman agar indukan tidak terlalu lama meninggalkan tempat pengeraman untuk mencari makanan. Jangan sampai membiarkan indukan ayam kelaparan karena hal ini akan menurunkan naluri indukan tersebut untuk mengerami telurnya. Selain itu jika indukan ayam terlalu banyak diganggu, maka mereka akan meninggalkan sarang eram, mereka dan tidak mau lagi mengerami telurnya.

Memeriksa Telur
Pada saat telur telah dierami selama 2 minggu, kita bisa mengamati telur dengan cara meneropongnya. Gulung kertas hingga berbentuk silinder dan kemudian teropong bagian ujung yang lebih kecil pada telur dibawah sinar matahari atau lampu. Telur yang bagus, mulai berusia 7 hari sudah memperlihatkan adanya pembuluh darah didalamnya dan berbentuk seperti jaring-jaring, berwarnamerah dan berada ditengah. Jaringan inilah nantinya yang akan berkembang menjadi anak ayam. Usia 14 hari, jaringan pembuluh darah tersebut akan tumbuh hampir memenuhi bagian dalam telur.
Telur yang buruk atau adanya sperma mati dalam telur jika diteropong akan kelihatan noda hitam atau adanya cairan berwarna hitam dalam telur. Telur yang tidak jadi, pada minggu pertama sudah bisa dilihat dengan adanya gumpalan hitam dalam telur, tidak berwarna merah dan tidakseperti jaringan seperti pembuluh darah, berwarna pucat atau tampak adanya noda hitam dibawah kulit. Rusaknya telur pada usia 2 minggu juga menunjukan gejala yang sama pula. Jika pada saat memeriksa telur tersebut kita menemukan telur yang telah mati, sebaiknya kita menyingkirkan telur tersebut karena hal ini bisa mengganggu telur lainnya atau bisa menimbulkan bau yang tidak sedap.
Pada saat masa pengeraman telah menginjak hari ke-20, ayam dalam telur telah sepenuhnya tumbuh menjadi ayam dan mereka mulai berusaha untuk mencari jalan keluar. Kita tidak boleh terlalu buru-buru untuk memindahkan anaka ayam tersebut, tunggulah sampai seluruh telur menetas, dan pada hari ke 22 seluruh anak ayam berserta indukan bisa dipindahkan ke sangkar khusus untuk melindungi anakan ayam. Pemberian pakan harus disesuaiakan dengan ukuran ayam.
Setelah masa pengeraman, sebaiknya kita tidak mengumbar indukan dan anaka ayam tersebut karena akan berbahaya bagi anak ayam dan juga indukan ayam. Indukan ayam tidak boleh terlalu banyak bergerak karena mereka butuh waktu istirahat setelah mengerami, tetapi pastikan indukan tersebut melindungi anakan ayam pada waktu malam hari.

Perawatan Untuk Anakan Ayam
Setelah ayam menetas, sebaiknya biarkan indukan mengasuh anaknya selama kurang lebih 3 hari, untuk memberikan kesempatan kepada anakan tumbuh lebih kuat. Baru kemudian pisahkan anak ayam untuk dirawat secara intensif. Anakan ayam yang dipisahkan dengan induknya semenjak usia dini akan lebih cepat belajar untuk bertahan hidup daripada anak ayam yang dirawat oleh induknya sendiri. selain itu kesempatan untuk hidup juga cukup tinggi karena anak ayam akan terhindar dari bahaya lingkungan sekitar selama anak ayam tersebut diletakan dalam tempat yang benar.

Dengan perawatan sendiri akan membantu anak ayam lebih cepat tumbuh karena kita bisa memberikan anakan ayam makanan yang berkualitas dan juga dalam kuantitas yang dibutuhkan oleh anakan ayam tersebut. Jika anakan dipelihara oleh induknya, mereka tidak akanmendapatkan makanan yang merata, kadang-kadang ada anak ayam yang dominan mengalahkan anak ayam lain dan dia mendapatkan porsi makanan yang lebih besar sehingga pertumbuhan anak ayam tersebut tidak bersama-sama, sehingga anaka ayam yang kalah akan kekurangan gizi dan pertumbuhannya lambat. 

Minggu, 22 Februari 2015

Tips Perawatan Anak Ayam Aduan Setelah Menetas Hingga Umur 6 Bulan


Dalam perawatan anak ayam aduan hingga tumbuh besar harus menjadi prioritas utama. Karena ini mungkin akan menjadi patokan berkualitas tidaknya seekor ayam aduan nantinya. Nah, untuk itu artikel ini akan memberikan segelintir tips yang dapat dipraktekan untuk perawatan anak ayam kesayangan anda.

Oke, pada usia masih dini kira-kira 0 - 2 minggu adalah usia paling kritis anak ayam aduan, karena belum memiliki bulu lengkap untuk melindungi dan menghangatkan tubuh dari pengaruh cuaca lingkungan. Anak ayam tersebut juga mudah terserang penyakit, antara lain: berak kapur yang bisa mematikan ayam usia 1-10 hari dan penyakit pilek/snot/coryza yang tidak begitu mematikan tetapi akan menghambat pertumbuhan anak ayam. Hal semacam ini tentu saja harus dihindari. Karena masuk usia kritis, maka cara merawat ayam bangkok anakan haruslah lebih intensif, adapun tipsnya seperti berikut.

Baca juga artikel terkait:
Cara Perawatan Ayam Bangkok Agar Tumbuh Besar
Tips Mengawinkan Induk Ayam Aduan
Mencetak Ayam Petarung Unggul
Beternak Ayam Aduan Dengan Cepat
Untuk Pemula : Peluang dan Resiko Budidaya Ayam Aduan

1. Pisahkan anak ayam dari induknya
Tips merawat anak ayam aduan petama-tama adalah memisahkan anakan dari induknya. Dipisahkan sesegera mungkin agar anak ayam tidak teriak atau cuap-cuap memanggil induknya karena belum merasa dekat dengan induknya. Jika dipisah setelah usia 3 hari maka anak ayam bangkok akan teriak/cuap-cuap memanggil induknya, hal ini juga bisa menghindari terjadinya stress pada anak ayam. Kecuali jika khawatir induknya tidak mau mengerami telur yang tersisa, maka biarkan saja anak ayam tersebut bersama induknya sampai semua telur sudah ditetaskan, dan berikan makanan pur di sekitar anaknya agar bisa makan dan cepat besar.

2. Tips membuat kandang anak ayam
Untuk kandang anak ayam usia dini lebih baik kandang yang tertutup. Kandang tertutup bisa mencontoh pembesaran DOC anak ayam broiler, dimana kandang anak ayam DOC tertutup dengan terpal, lantai beralas kering, ditambah pemanasan dengan batu bara. Dinding kandang anak ayam aduan juga bisa ditutup dengan karung plastik, triplek atau apa saja untuk sementara. Alas kandang juga ditutup dengan kardus atau triplek agar angin tidak masuk dari bawah.  Kandang tertutup juga untuk melindungi panas lampu yang digunakan agar panas dari lampu tidak terbuang keluar dan sia-sia.
Pasangi lampu bohlam 5 watt yang menyala 24 jam selama 3 minggu, ukuran lampu harus lebih besar atau ditambah jika kandang cukup luas. Juga disiapkan wadah minuman yang kecil yang digantung rendah agar mudah dicapai oleh anak ayam. 

Tips tambahan: Lebih baik lagi jika menggunakan kandang dari kardus, karena kardus lembut, tertutup dan hangat. Bagian atas kardus dibiarkan sedikit terbuka untuk celah udara. Pilih kardus yang agak besar, 2x lebih besar dari kardus indomie untuk 8 ekor anak ayam.  Kandang kardus itu bisa ditempatkan dimana saja, bahkan bisa dibawa masuk ke dalam rumah di ruangan yang tidak terpakai. Di dalam kardus di gantungkan cukup 1 lampu bohlam 5 watt yang selalu menyala 24 jam selama 3 minggu, dan wadah air minum kecil yang digantung rendah hingga dapat dicapai anak ayam. Kardus diberi alas koran, yang setiap 2-3 hari sekali diganti agar tetap bersih dan kering. 
Jika hanya tersedia kardus indomie, dapat digunakan untuk 8 ekor anakan tetapi hanya untuk beberapa hari saja. Setelah itu kardus indomie yang kecil tersebut menjadi sesak, sehingga harus dipindahkan ke kandang yang lebih besar. 

3. Pemberian pakan khusus anak ayam bangkok murni pur 100%

Pemberian pakan ayam anakan harus murni pur kering 100%.  Pakan campuran dedak atau nasi sekilas tampak anakan kenyang, tembolok besar/penuh, tapi faktanya badan akan lambat tumbuhnya dan ini malah merugi. Lebih baik makan sedikit dengan pur 100% daripada makan kenyang dengan pur campuran.  Pakan harus kering.  Pakan basah bisa menyebabkan anakan gampang kena pilek (karena hidung basah) dan menyebabkan kandang jadi lembab sehingga mengundang penyakit. 
Pakan yang digunakan adalah pakan khusus untuk anak ayam DOC, yang berprotein 22-23 % (bisa cargill, phokpan atau lainnya), yang penting butirannya kecil-kecil.  Jangan berikan pur yang murah seperti pur ayam broiler masa pengasingan (masa tunggu sebelum dipotong) karena proteinnya sangat rendah, hanya sekitar 15%.  Pur diberikan dengan cara menaruh di lantai yang beralas koran atau kardus. Biarkan anak ayam makan langsung dari lantai, biarkan mereka senang berebut makanan sambil mengiaskan kakinya. 
Jangan lupa alas koran diganti setiap 2-3 hari sekali agar alas tetap bersih untuk menaruh pur. Setelah lebih dari 1 minggu, pur boleh tetap di taruh di lantai asalkan rajin mengganti alas karena semakin besar ayam makin banyak kotoran beraknya, atau bisa menggunakan tempat makan khusus anak ayam yang digantung ataupun yang dibuat sendiri dari bambu ataupun kayu.

4. Berikan minuman ber-vitamin
Minuman harus selalu tersedia di kandang anak ayam dalam wadah khusus yang bisa dibeli atau wadah dibuat sendiri. Wadah yang bagus tidak mudah tumpah dan tidak bisa diinjak (wadahnya digantung) oleh anak ayam agar air tetap bersih. Jika wadahnya bagus maka air cukup diganti setiap 3 hari.  Pada 3 hari pertama wadah air cukup taruh di lantai agar mudah dijangkau oleh anakan. Setelah 3 hari dan anak ayam sanggup berdiri tegak maka wadah bisa dinaikkan sedikit.
Anak ayam bangkok sebaiknya diberi vitamin misalnya vitabro (Rp 3.000/sachet ukuran 10 liter air), vitachick (Rp 2.000 ukuran separoh dari vitabro), atau merek lain. 

5. Selalu memantau perkembangan dan kesehatan anak ayam
Perkembangan anak ayam aduan selalu dipantau. Anak ayam yang sehat biasanya  badannya gemuk (dada dan perut gemuk), kaki besar dan telapak kaki tebal.  Ayam yang kurus bisa disebabkan oleh kurang nafsu makan atau kena penyakit. Nafsu makan turun bisa diperbaiki dengan pemberian vitamin pada minuman.  Jika sakit, akan tampak beberapa gejala diantaranya pilek, bersin, suara serak, murung, kurang lincah, menyendiri, kedinginan, sesak nafas, suka ngantuk, mata nutup, mata berair, ataupun masalah pencernaan seperti diare, berak encer, berak putih.  Segera beri obat apabila tampak beberapa gejala sakit. Dan kalau bisa dipisahkan dengan yang lain untuk mencegah penularan. Jangan tunggu kelamaan karena dapat membuat anak ayam cepat kurus, lambat pertumbuhannya, serta cepat menular ke anak ayam yang lain.

Untuk anak ayam yang sakit bisa diberikan trimezyn-medion 1/8 butir 1 - 2 x sehari (atau larutkan dalam air minum).  Obat ini dapat menyembuhkan segala macam penyakit ayam akibat bakteri, kecuali penyakit virus seperti flu burung atau tetelo.  

Jika telah berumur 2 bulan,anak ayam harus di pindahkan kedalam kandang yang lebih besar,yakni berukuran 2x2 meter dengan tinggi 60-70cm. Penyalaan lampu hanya pada malah hari saja, kecuali kalau cuaca sangat dingin.

Kemudian kandang ren di gunakan untuk ayam muda yang berumur lebih dari empat bulan, ayam muda harus mendapat tempat yang luas agar leluasa bergerak untuk melatih otot-ototnya. Jika perlu,buatkan tenggeran agar ayam bisa turun naik untuk melatih fisiknya. Pada pase setelah menetas hingga umur ±4 bulan merupakan pase perkembangan fisik yang sangat penting dalam menujang kemampuan seekor ayam aduan untuk memiliki kemampuan maksimal pada saat turun ke gelanggang. Banyak ayam aduan yang merupakan keturunan unggul karena kesalahan perawatan pada pase ini maka ayam tersebut tidak bisa memaksimalkan kemampuannya saat turun ke gelanggang, hal terpenting yang harus di perhatikan pada pase ini adalah pemberiaan pakan dan gerak yang maksimal.

Anakan ayam sampai dengan umur 4 bulan harus menerima konsumsi pangan yang seimbang baik untuk protein, karbohidrat, mineral, vitamin, dan air. Anda juga bisa memberikan jamu yang alami dan untuk cara pembuatannya anda bisa baca pada artikel Resep Mudah Membuat Jamu Tradisional Untuk Ayam Aduan .Kandang umbaran untuk ayam yang berumur  4-6 bulan sebaiknya berukuran 4x8 meter.idealnya,kandang yang berukuran tersebut dapat menampung 10 ekor ayam. Setelah berumur lebih dari 6 bulan,ayam harus segera di pisahkan di kandang yang berbeda, pasalnya pada usia tersebut,ayam sudah tampak garang dan naluri bertarungnya yang sangat tinggi. Jika dibiarkan bersama maka akan saling bertarung dan akhirnya ayamnya pada sakit, mungkin bisa mati jika tarungnya sangat lama. Untuk itu lebih baik dipisahkan. Sekian dan semoga bermanfaat.

Rabu, 18 Februari 2015

Untuk Pemula: Peluang dan Resiko Budidaya Ternak Ayam Aduan

Taukah anda bahwa budidaya ayam aduan identik pada usaha peternakan untuk hobi. Dan ranah peternakan yang berkaitan dengan hobi selalu mengalami perkembangan meski seringkali tren mengalami pergeseran. Namun ada beberapa peternakan hobi yang mempunyai minat cukup stabil dan punya potensi ekonomi tinggi. Salah Satunya budidaya ternak ayam aduan. Dari dulu sampai sekarang penghobi ayam aduan masih banyak, bahkan ada peningkatan dari waktu ke waktu. Nah, ini merupakan sebuah peluang yang pantas dicoba. Selain ternak ada juga bisnis yang bisa menguntungkan di hobi ini yaitu membeli luncuran setelah dilatih dan jadi dijual lagi dengan harga yang menguntungkan, caranya memilih ayam luncuran anda bisa baca selengkapnya klik disini.

Usaha budidaya ayam aduan sudah ada dan berkembang dari masa lalu. Dan sampai saat ini, jenis usaha ternak ayam aduan ini seakan tidak ada batasnya dan memang akan begitu seterusnya. Bagi anda yang hobi dengan memelihara ayam bangkok, maka hal ini sekaligus bisa anda jadikan usaha sampingan anda yang menjanjikan jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Dan perlu anda ketahui bahwa, di pasar, ayam aduan ini selalu ada peminatnya. Contoh saja di pasar Prambanan dan Pleret daerah tempat tinggal saya, setiap hari pasaran akan hadir para penghobi ayam laga/aduan tidak kurang dari 200 orang. Dengan kata lain, permintaan akan jenis ayam ini selalu ada. Usaha ternak ayam aduan mepunyai pasar tersendiri, dan para penghobi selalu bertambah. Dan menariknya lagi anda bisa mencoba peluang usaha ternak ayam aduan  ini dengan modal yang tidak besar atau bisa dibilang kecil. Dan untuk jenis ayam aduan pun semakin lama semakin banyak yang disebabkan dari persilangan antara jenis satu dengan yang lainnya. Untuk kesempatan kali ini saya akan membahas tentang ternak ayam Bangkok. Ayam Bangkok merupakan jenis ayam aduan dari Thailand yang paling banyak diminati Indonesia.

Asal-usul Ayam Bangkok
Ayam bangkok pertama kali dikenal di Cina pada 1400 SM. Ayam jenis ini selalu dikaitkan dengan kegiatan sabung ayam (adu ayam). Lama-kelamaan kegiatan sabung ayam makin meluas pada pencarian bibit-bibit petarung yang andal.
Pada masa itu, bangsa Cina berhasil mengawinsilangkan ayam kampung mereka dengan beragam jenis ayam jago dari India,Vietnam,Myanmar,Thailand dan Laos.Para pencari bibit itu berusaha mendapat ayam yang sanggup meng-KO lawan cuma dengan satu kali tendangan. 

Memulai Usaha Beternak Ayam Bangkok
Untuk memulai usaha ternak ayam bangkok alangkah baiknya anda memahami akan mseluk beluk dari ayam bangkok tersebut, disamping untuk menyeleksi induk yang mau dijadikan usaha ternak ayam bangkok, juga agar supaya anda mengetahui dengan jelas arah pasar dan harga jual ayam bangkok, tanpa itu semua akan sulit.
Anda perlu memasarkan hasil ternak ayam Bangkok, juga harga jualnya tidak bisa mahal langsung mahal (butuh bukti hasil budidaya anda berkualitas), lain kalau anda sebelum menerjuni usaha ternak ayam bangkok sudah dikenal para penghobi ayam bangkok, terutama para bebotoh aduan. Kalau seperti itu mungkin harga jualnya bisa langsung tinggi dan udah punya pasar yang pasti. 
Lain halnya juga, kalau anda langsung usaha ternak ayam bangkok, modal yang anda keluarkan untuk membeli indukan yang berkualitas itu mahal sedangkan hasil belum tentu sesui dengan selera pasar, penjualan akan sulit mungkin bisa rugi. Jadi ini benar-benar butuh pemahaman dan pemikiran yang matang. Selain itu belajarlah kepada peternak ayam Bangkok yang sudah berhasil. Itu akan sangat membantu kedepannya. dan untuk lebih mempermudah dalam memulai usaha ternak ini anda bisa baca artikel Budidaya Ayam Aduan Dengan Cepat.

Tips Memilih Ayam Bangkok yang Baik/Bagus :
• Pilih ayam yang berbadan tegap, atletis, kulit kasar seperti kulit buah jeruk menandakan ayam tersebut tahan rasa sakit,
• Jengger blangkon(tebal bercabang 3) menandakan hatinya besar bermental baja,
• Kalau yang memiliki pukulan besar apabila ayam yang dipegang badanya lantas diangkat kakinya mengatung semua, lakukan beberapa kali kalau terus digantung hampir pasti ayam tersebut memiliki pukulan besar sedangkan yang jalu posisi jalu dekat dengan cakar, apalagi kalau didukung bawah ceker tumbuh seperti sisik (batu rantai).
• Pilih jari kecil dan panjang (merit) semakin keujung semakin meruncing, lebih baik lagi bila sisik jari ayam terdapat sisik jari yang pecah di bagian ujung-ujungnya dinamakan "tanjung karang" pukulannya menyakiti lawan. Poin plus bila diatas jari bagian belakang terdapat tonjolan seperti batu dinamakan suro watu.
• Sedikit tips mengadu: Untuk menghindari kekalahan dalam laga adu ayam, perlu sekali di perhatikan cara tidurnya, posisi tidur ayam yang mau diadu untuk besok pagi atau siangnya. Kalau pada malam tidur dengan kepala di sembunyikan, walau kondisi ayam sudah baik atau siap tarung alangkah baiknya jangan diadu dulu tunda beberapa hari lagi akan tetapi apabila posisi tidur ayam pada malam harinya tidak menyembunyikan kepalanya itu pertanda ayam siap diadu.

Untuk memulai usaha ternak ayam bangkok perlu persiapan kandang. Disini Anda bisa pesan atau membuat sendiri. Kandang bisa terbuat dari bambu atau kawat ram. Pilih yang sesuai dengan kemapuan anda, juga tempat usaha ternak ayam bangkok.
Masalah ukuran kandang disesuikan dengan lahan yang ada.kandang usaha ternak ayam bangkok dengan ukuran T 150cm X P100 cm X L80cm sudah cukup, lebih besar akan lebih baik.jadi ukuran kandang usaha ternak ayam bangkok tidak ada ukuran baku.
Untuk memperoleh hasil usaha ternak bangkok yang baik di perlukan indukan yang baik minimal sebagai pejantan pernah menang dalam sabung ayam, sedang induk betina pilih minimal umur 1 tahun. Satu ekor pejantan bisa mengawini 3-4 induk betina.
Perkawinan juga bisa dilakukan secara inseminasi buatan, tetapi cara ini jarang dilakukan karena cara perkawinan alamiah terhitung cukup gampang dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya khusus untuk membeli peralatan inseminasi.
Induk yang telah dikawinkan akan bertelur seminggu setelah dikawinkan. Induk betina ayam bangkok bertelur terbatas, Telur-telur tersebut bisa dierami oleh induknya atau ditetaskan di dalam mesin tetas. Tapi akan lebih bagus hasilnya jika dierami oleh induknya, karena kontruksi tulangnya lebih bagus. Untuk usaha skala kecil, penetasan bisa dilakukan oleh induknya, tetapi untuk usaha berskala besar, terutama peternakan yang menjual anakan (DOC), penetasan dengan mesin tetas dapat mempercepat kapasitas produksinya.
Telur akan menetas setelah dierami oleh induknya selama 21 hari. Anak ayam yang baru menetas bisa ditempatkan dikandang postal setelah berumur dua hari. Kandang postal anak ayam dilengkapi dengan pemanas yang berfungsi sebagai induk buatan.
Usaha ternak Ayam bangkok memiliki segmen pasar yang berbeda, ada yang membeli untuk ayam aduan ada yang sebagai hobi dan ada yang juga untuk tujuan komersial.
Satu hal yang perlu diperhatikan dalam usaha ternak ayam Bangkok adalah cara mengawinkan ayam bangkok adalah tidak mengawinkan saudara sekandung (berinduk sama). Hal ini untuk menghindari kecacatan pada anak-anaknya nanti.

Keuntungan Usaha Ternak Ayam Bangkok :
• Bisa dilakukan dengan modal kecil, sehinga cepat balik modal
• Perawatan tidak sulit
• Keuntungan yang didapat besar
• Pasar terbuka lebar selain penghobi
• Dalam mencari pekan tidak sulit karena sudah tersedia di toko – toko
Kelemahan atau Kekurangan Usaha Ternak Ayam Bangkok :
• Hewan unggas mudah terserang penyakit, begitu juga dengan ayam Bangkok
• Hasil dari usaha ternak ayam bangkok tidak di sukai selera pasar.
• Sering terjadi pencurian terhadap ayam.
• Adanya penyakit dengan istilah Aratan.
• Hasil usaha ternak ayam bangkok banyak yang betina dari pada pejantan.

Tentu saja kelemahan dan kelebihan tersebut akan tergantung dari usaha yang  anda lakukan. Kelemahan bisa diminimalisir dan untuk kelebihannya bisa di maksimalkan. Selalu dalam dunia usaha pasti ada peluang dan resiko dan itu tanggung jawab bagi pengusaha tersebut, tinggal cerdas-cerdasnya anda dalam menghadapinya. Sekian dan semoga bermanfaat.

Sumber: - Buku Cara Budidaya Ayam Aduan
             - Pengalaman Pribadi

Senin, 09 Februari 2015

BETERNAK AYAM ADUAN DENGAN CEPAT

Beternak ayam aduan bagi penghobi ayam laga/aduan adalah hal yang menyenangkan sekaligus juga bisa menambah penghasilan. Kenapa menyenangkan dan bermanfaat? Ya pastilah, selain mendapat kesenangan dengan melakukan hobi tersebut juga bisa menambah penghasilan jika dilakukan dengan sungguh-sungguh dan manajemen yang baik. Tidak usah takut dengan manajemen yang dikenal dengan kerumitannya. Manajemen yang mudah saja, mulai dari pengeluaran dan pemasukan. Dengan patokan pemasukan harus lebih besar dari pada pengeluaran, dengan begitu akan bisa berjalan dengan baik ternaknya nanti. Tapi perlu diingat, dalam berternak ayam aduan memilih ayam yang berkualitas adalah hal yang sangat penting dan harus dilakukan dengan hati-hati.

Memilih Ayam Aduan kualitas terbaik bukanlan suatu hal yang mudah untuk dilakukan, terlebih lagi hal ini disebabkan karena banyaknya ciri-ciri umum dan khusus yang harus dipenuhi saat memilih dan membeli Ayam Aduan. Cara berternak ayam bangkok sebanarnya sangatlah mudah, yang perlu diperhatikan dalam berternak ayam bangkok adalah pemilihan induk yang bagus  maupun pejantannya. Nah, pemilihan ini lah yang membutuhkan skill dan pengetahuan yang dalam tentang ayam aduan yang baik untuk induk dan pejantan. Untuk menghasilkan peranakan aduan yang baik menurut cara berternak ayam aduan sebaiknya dalam pengawinan induk dan pejantan herus dalam keadaan sehat, karena jika dalam pengawinan tersebut salah satu diantaranya sakit atau mempunyai kelainan, bisa menyebabkan peranakan  yang kurang bagus atau masih mempunyai kelainan yang menyebabkan harga ayam tersebut terpengaruh atau lebih murah. Hal seperti ini harus dihindari tentunya.

Berikut beberapa langkah berternak ayam aduan :

•  Pilih induk  yang baik dan sehat, tarungnya juga bagus

•  Pilih Pejantan bangkok yang sehat dan bagus permainan tarungnya juga bagus.

• Siapkan kandang umbaran, perkawinan di kandang umbaran lebih baik dari pada di kandang dodogkan. Karena proses perkawinan lebih alami.

• Kandang anak ayam aduan sebaiknya di buat sebelum di kawinkan, agar saat menetas nanti, anak ayam bangkok siap dipindahkan.

• Banyaknya jenis pakan ayam bangkok, lebih baik sudah tau cara pemberian pakan ayam aduan sebelum di praktekkan.

Cara berternak ayam aduan ini perlu diketahui bahwa saat ayam aduan mulai mengengkrami telurnya, sedikit penyiraman air ke induknya saat mengengkrami membuat induk bangkok tersebut mau kawin lagi. Jadi telur yang dihasilkan dalam bisa lebih banyak. Hal itu dapat dilakukan sampai 3 kali,  dengan catatan tidak boleh berlebihan dalam melakukannya. Karena akan membuat induk ayam tersebut tidak mau mengengkrami telurnya. Jangan lupa segera memindahkan atau mengambil anak ayam tersebut dari induknya, supaya induk ayam tersebut mau kawin lagi dan mulai mengengkrami telur yang baru. Pakan anak ayam aduan juga perlu diperhatikan agar hasil tarung ayam tersebut berani diadu atau bernilai dalam aduan.

Perkawinan

Mengawinkan induk bukanlah pekerjaan yang sulit, terutama bagi peternak yang sudah berpengalaman. Hal yang sulit adalah mencari bakal Pejantan dan Indukan yang berkualitas tinggi. Mengawinkan induk bisa dilakukan di kandang umbaran atau dengan sistem kawin tembak (doddogan). Caranya induk betina dipegangi, lalu induk jantan akan mengawini si betina. Cara ini terkenal paling efektif dan cepat menghasilkan keturunan. Induk jantan yang baik biasanya tidak terlalu sulit dikawinkan dengan cara dogdogan. Jika induk jantan tidak mau mengawini induk betina dengan cara dogdogan, sebaiknya induk jantan dan induk betina dikawinkan di dalam kandang umbaran.

Satu ekor pejantan bisa mengawini 3-4 induk betina. Perkawinan juga bisa dilakukan secara inseminasi buatan, tetapi cara ini jarang dilakukan karena cara perkawinan alamiah terhitung cukup gampang dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan biaya khusus untuk membeli peralatan inseminasi.

Induk yang telah dikawinkan akan bertelur seminggu setelah dikawinkan. Induk betina ayam bangkok bertelur terbatas, tidak lebih dari 20 butir setiap periodenya. Hal ini berbeda dengan ayam kampung yang bisa bertelur sampai 40 butir untuk setiap periode. Telur-telur tersebut bisa dierami oleh induknya atau ditetaskan di dalam mesin tetas. Untuk usaha skala kecil, penetasan bisa dilakukan oleh induknya, tetapi untuk usaha berskala besar, terutama peternakan yang menjual anakan (DOC), penetasan dengan mesin tetas dapat mempercepat kapasitas produksinya.

Anak ayam menetas setelah dierami oleh induknya selama 21 hari atau sama dengan penetasan menggunakan mesin tetas. Anak ayam yang baru menetas bisa ditempatkan dikandang postal setelah berumur dua hari. Kandang postal anak ayam dilengkapi dengan pemanas yang berfungsi sebagai induk buatan. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam mengawinkan ayam aduan adalah tidak mengawinkan saudara sekandung (berinduk sama). Namun perkawinan antara induk (F1) dan anak (F2) masih diperkenankan. Begitu juga dengan perkawinan antara induk (F1) dan cucu (F3).

Beberapa Ciri-Ciri penting Ayam Laga yang baik yaitu:

1.         Batok kepala dan tulang alisnya tebal.

2.         Bulu mengkilap dan kaku, terutama pada bulu sayap dan ekor.

3.         Kaki bersisik kasar, dengan bentuk dari persegi empat sampai bulat.

4.         Kepalanya berbentuk buah pinang.

5.         Ketika berdiri, sikap badannya tegak.

6.         Mata masuk ke dalam, sipit, dan jernih.

7.         Kulit muka kasar, tebal dan berwarna merah.

8.         Paruh besar, kuat melengkung, beralur mulai dari lubang hidung ke arah muka.

9.         Lubang hidung agak ke depan.

10.       Jari kaki panjang, kecil, kuat dan susunan jarinya mekar.

11.       Pandai memukul bagian vital lawan.

12.       Pukulan keras dan akurat.

13.       Semangat tarung tinggi.

14.       Tulang-tulangnya kasar dan rapat.

Demikian ulasan singkat tentang berternak ayam aduan, semoga bemanfaat.

Referensi: - Wawancara botoh dan peternak
                - Ebook